Saling Bahu-membahu, Kader Posyandu Desa Satreyan dan Mahasiswa KKN 144 UINSA Gencarkan Aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)
Saling Bahu-membahu, Kader Posyandu Desa Satreyan dan Mahasiswa KKN 144 UINSA Gencarkan Aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)

Setiap jumat pagi, kader Posyandu bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 144 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) menyusuri gang-gang di Desa Satreyan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Mereka menjalankan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), yakni kegiatan memeriksa dan memburu jentik nyamuk sebelum berkembang menjadi ancaman demam berdarah dengue (DBD).

Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) digagas untuk mengantisipasi lonjakan kasus DBD yang biasa terjadi saat musim hujan. PSN dilakukan rutin setiap pekan dengan sistem bergilir antar-dusun setiap bulannya, sehingga seluruh wilayah Desa Satreyan bisa terpantau secara merata.

Dalam sepekan, kader Posyandu dan mahasiswa KKN 144 UINSA mengunjungi 5 hingga 10 rumah warga. Mereka memeriksa bak mandi, tempat penampungan air, hingga sudut-sudut pekarangan yang jarang dibersihkan sebab genangan air sekecil apa pun berpotensi menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk.

Jika ditemukan bak mandi atau tempat penampungan air yang positif jentik, kader Posyandu langsung memberikan larvasida (abate) sesuai dosis yang dianjurkan untuk membunuh jentik dan mencegah perkembangbiakannya.

Selain memeriksa, kader dan mahasiswa KKN 144 UINSA juga mengedukasi warga tentang gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air. Kebiasaan sederhana ini, jika dilakukan konsisten, diyakini dapat memutus rantai penyebaran DBD.

Melalui kerja sama antara kader Posyandu dan mahasiswa KKN 144 UINSA, diharapkan Desa Satreyan semakin waspada, bersih, dan terbebas dari ancaman demam berdarah.